Sidang Pelanggaran Lalu Lintas di Semarang

Jum’at kemarin, tanggal 24 april 2015, saya menjalani sidang sebagai seorang tersangka. Iya betul! Seorang tersangka pelanggaran lalu lintas. Tempat Kejadian Perkara alias TKP saya melakukan kejahatan :))) adalah di traffic light peterongan semarang, tepatnya di perempatan Metro kalau dulu orang bilang, kalau sekarang mungkin perempatan Peterongan Plaza karena plaza di pojokan itu namanya Peterongan Plaza.

Langsung ke kejahatan yang telah saya lakukan. Ceritanya saya berada di traffic light, ketika lampu hijau menyala, saya lewat kanan pembatas jalan alias melawan arus lalu lintas —Ilustrasi bisa dilihat di gambar peta di atas. Panah warna hijau itu arah berkendara saya— Tetapi, bukannya ingin membela diri, biasanya kalau lalu lintas sangat padat, polisi menyusuh untuk lewat kanan pembatas jalan biar semakin banyak kendaraan yang bisa keluar dari traffic light atau bangjo, dengan begitu mengurangi kepadatan lalu lintas. Mungkin hari itu saya sedang sial, bermaksud ikut mengurangi kepadatan lalu lintas dengan lewat kanan pembatas jalan sehingga bisa keluar dari jebakan traffic light, eh… malah ditilang polisi. Saya memutuskan tidak melawan atau melarikan diri. Kalau polisinya tertib sih, harusnya lewat kanan pembatas jalan itu tidak boleh, tapi ya gitu deeehhh…. singkat cerita saya menyerahkan SIM sebagai barang yang disita untuk persidangan. Saya juga tidak berusaha damai dengan polisinya, alasannya ingin tahu bagaimana sih sidang pelanggaran lalu lintas itu? :))
Dua minggu setelah hari pelanggaran lalu lintas, sidang pun dilaksanakan. Tempatnya di Kejaksaan Negeri Semarang. Kalau dari Kalibanteng sebelum bangjo Tol Krapyak, kiri jalan. Masuk ke Kejaksaan, terdengar orang berteriak nomor antrian!.. nomor antrian!!! Nomor antrian diperjualbelikan? Saya ikut ambil, yang bagi nomor bilang “beri seikhlasnya” disaku kantong paling kecil uang 2000 *taruh di meja* nomor antrian ditulis di kertas merah yang saya bawa. Nguping kanan kiri, ternyata nomor antrian bisa dilihat di dalam gedung, di depan ruang siang, tapi ya itu… berdesak-desakan dengan orang lain yang juga ingin melihat nomor antrian.
Kalau dari kertas merah yang diberi polisi, sidang seharusnya dimulai jam 8, tapi tersiar kabar jika sidang dimulai jam 9. Padahal di dalam ruang sidang sudah penuh sesak para tersangka pelanggaran lalu lintas. Kalau melihat banyak orang yang berjubel menunggu sidang, sepertinya sidang tidak akan berjalan seperti yang biasa saya lihat di tivi. Dan benar saja, suasanya lebih mirip di kantor samsat, malah ada yang nyeletuk seperti antri pembagian beras, hahahaha… Jadi jalannya sidang itu ada seseorang menyebut nomor antrian dari sekian sampai sekian, kemudian orang yang merasa punya nomor antrian yang disebut maju menyerahkan kertas merah, kemudian orang yang berteriak nomor antrian tadi mencari dokumen yang saya dengan nomor antrian, setelah ketemu diberikan ke orang disebelahkan untuk dihitung nilai rupiah yang harus dibayar. Kertas merah diserahkan lagi ke para tersangka untuk dibawa ke kasir, sudah pada tahu kan ke kasir ngapain? Pokoknya ngak mungkin lah di kasir di kasir duit :))) Setelah denda dibayar, SIM/ STNK jaminan dikembalikan dan selesai. Begitulah kira-kira sidang pelanggaran lalu lintas, berdesak-desakan dan keringetan.
Ditulis pada Catatan | Tinggalkan komentar

Service Center GMT Semarang

Cerita berawal ketika ponsel yang baru beberapa minggu saya beli dari sebuah situs online tiba-tiba error, tidak bisa hidup hanya muncul logo MI. Sudah coba masuk recovery mode atau pun fastboot mode, tapi semua sia-sia. Contohnya, saya bisa masuk menu fastboot tapi gadget tidak terdeteksi di komputer, padahal driver dan software yang diperlukan untuk melakukan fastboot sudah terinstall di komputer. Sudah mengikuti berbagai petunjuk melakukan fastboot yang ada di internet. Tapi semua berakhir sia-sia. Gadget yang saya maksud adalah Redmi Note 4G 2GB RAM, garansi 1 tahun distributor.

Putus asa karena gagal terus untuk memperbaiki gadget, akhirnya pakai jurus terakhir, service center. Pertanyaannya adalah, dimana lokasi service center distributor GMT untuk di Semarang? Coba googling di internet, malah nemu dua alamat yang berbeda. Sumber dari situs A mengatakan kalau service center GMT Semarang ada di Plaza Simpang 5, satunya lagi sumber dari situs B menuliskan, service center GMT Semarang ada di jalan Tlogosari Raya 1 No. 68/J1 Semarang Jawa Tengah No. Telp. 024-70000283. Saya mencoba telp alamat yang di Plaza Simpang 5, menurut yang menerima telepon, service center GMT sudah pindah. Kemudian mencoba telepon alamat yang kedua, nomor tidak aktif. Aduh gimana ini? Begitu kira-kira gambaran hatiku saat itu. Esok paginya aku mencari alamat service center GMT yang ada di Tlogosari Raya Semarang. Pelan- pelan menyusuri sepanjang jalan Tlogosari raya, saya tidak menemukan plang/ spanduk/ neonbox yang bertuliskan service center GMT. Kemudian saya berpikir, mungkin telepon service center GMT pusat untuk tanya alamat service center GMT Semarang. *telepon service center pusat jakarta* tidak ada yang angkat, malah tersambung ke fax. Sialan! Hari itu saya sudah telepon ke nomor tersebut beberapa kali, tapi hasilnya sama, tersambung ke nomor faximile.

Pada hari sabtu, mumpung kerja libur, saya mencoba lagi mencari service center yang ada di jalan Tlogosari Raya. Kali ini saya akan mencari berdasarkan alamat saja, jl. Tlogosari Raya I No. 68/J1. Berkendara pelan-pelan belum juga menemukan, nomor ruko setelah 68/G1 tidak ada. Ada tiga kemungkinan, ruko salon, jualan beras, atau konter hape. Ruko pertama dan kedua mustahil juga merangkap sebagai service center :))) iseng-iseng tanya ke mas penjaga konter “Mas, sini service center GMT?”, “Iya betul, ada apa mas?” Oh my god! Ternyata service center GMT di Semarang hanya sebuah konter hape. Pupus sudah harapanku melihat mbak-mbak cantik service center seperti yang di service center vendor terkenal :))) Ternyata CS service centernya adalah mas-mas berkaos oblong dan bercelana pendek. Tidak cuma itu saya, service center yang konter/ counter hape itu ternyata hanya menampung alias tidak punya tukang service. Semua hape customer yang rusak dikumpulkan kemudian di kirim ke pusat -Jakarta-

Mas penjaga konter (service center GMT -red) bilang akan dihubungi bila hapenya sudah jadi. Hari ini tanggal 26 april 2015, hampir genap satu bulan hape saya serahkan ke service center GMT, tapi belum ada kabar sama sekali

Ditulis pada Catatan | 23 Komentar

Anime One Piece 656 Subtitle Indonesia

Pada episode ini bercerita tentang pertarungan antara Law dan Doflamingo di atas jembatan yang menghubungkan Dressrosa dengan GreenBit. Di episode ini juga bercerita tentang Pertarungan di Colloseum. Lebih spesifik menampilkan aksi Rebecca dalam mengalahkan lawan-lawannya, tanpa melukai mereka.

Tidak ada yang perlu aku komentari di episode ini. Cuma yang agak lebay adalah tingkah Bartolomeo yang terlalu berlebihan, lebay banget lah. Lebih lebay dari pada cewek-cewek indonesia yang melihat artis idolanya. Menurutku, pamor Bartolomeo yang pada awal kemunculannya digambarkan begitu sadis dan jahat, di episode ini pamor kejahatannya jatuh ke titik nadir.

Silahkan kalau tertarik download. Link ada di bawah ini
Download One Piece 656 Subtitle Indonesia            : Aisfile | Solidfiles
Download One Piece 656 Subtitle Indonesia ( HD ) : Aisfile | Solidfiles

 

beli kaos klik BELI
Ditulis pada Catatan | 1 Komentar

Catatan Piala Dunia 2014 di Brazil



Yah, piala dunia sudah berakhir 14 juli dini hari. Memunculkan Jerman sebagai juara. Walaupun saya tidak menjagokan Jerman, tetapi saya harus mengakui kegigihan dan keinginan kuat mengantarkan tim yang biasa disebut De Panzer itu meraih titel ke empatnya. Titel yang diraih itu menorehkan beberapa rekor baru. Saya hanya akan menyebutkannya 3 saja, karena Jerman bukan favorit saya. Pertama, Pemain Jerman, Miroslave Klose, mencatatkan rekor baru sebagai pencetak gol terbanyak dengan 16 gol.
Mematahkan rekor terdahulu yang dipegang Ronaldo dari Brazil. Kedua, mencatatkan rekor mencetak gol terbanyak dalam satu pertandingan ketika melawan tuan rumah Brazil dengan skor 1-7. Rekor gol ini sepertinya akan sulit terulang di masa depan. Ketiga, Jerman adalah negara di eropa yang mampu juara di amerika latin. Sungguh, sebuah pencapaian yang luar biasa.

 Ada juga yang bikin miris dan prihatin. Tidak lain adalah kekalahan telak yang begitu mencolok skornya, 1-7. Padahal kita tahu, Brazil adalah negara pemegang piala terbanyak untuk piala dunia, telah juara sebanyak 5 kali, dan bertindah sebagai tuan rumah piala dunia, yang berarti juga didukung langsung ribuan suporternya di dalam stadiun. Apakah hanya karena tidak diperkuat Neymar dan Thiago Silva (kapten), Brazil menjadi seperti tim medioker? Entahlah. Sepertinya, di tim Brazil hanya Neymar yang menonjol, lainnya biasa-biasa saja. Bandingkan dengan tim Brazil ketika menjuarai piala dunia tahun 2006 di Korea Jepang. Mereka punya Ronaldo dan Rivaldo di barisan penyerang. Ronaldinho dan Kaka di tengah, dan di barisan bek, ada Roberto Carlos dan Cafu.

Tapi, bola itu bundar. Apa saja bisa terjadi. Mungkin saja kemarin Brazil yang terhebat, tetapi hari ini menjadi yang ter…… *silahkan isi sendiri lanjutan katanya.

Begitupun spanyol yang datang ke piala dunia ini sebagai juara bertahan, di pertandingan pembuka secara mengejutkan keok dari belanda dengan skor yang mencolok juga, 1-5. Kemudian di pertandingan kedua kalah 2-0 dari Chile. Dua kali kalah menjadikan Spanyol sebagai tim yang pertama dipastikan pulang kampung. Kalau diibaratkan, tim Spanyol itu sebagai tim yang terbang tinggi kemudian secara tiba-tiba jatuh ke tanah. Dua kali juara eropa berturut-turut dan juara piala dunia edisi sebelumnya, piala dunia kali ini langsung pulang kampung. Prestasinya menukik tajam 

Apa yang terjadi terhadap Brazil dan Spanyol –menjadi pecundang– bisa juga terjadi pada kita dalam kehidupan sehari-hari. Maka dari itu jangan jumawa atau sombong karena berada di atas atau lebih baik dari yang lain. Karena pada waktunya akan tiba, engkau akan berada di bawah atau kalah. Cukup sekian. Salam Zupeer!!

 foto: kompas.com

beli jersey klik BELI

Ditulis pada Catatan | 1 Komentar