Catatan Piala Dunia 2014 di Brazil



Yah, piala dunia sudah berakhir 14 juli dini hari. Memunculkan Jerman sebagai juara. Walaupun saya tidak menjagokan Jerman, tetapi saya harus mengakui kegigihan dan keinginan kuat mengantarkan tim yang biasa disebut De Panzer itu meraih titel ke empatnya. Titel yang diraih itu menorehkan beberapa rekor baru. Saya hanya akan menyebutkannya 3 saja, karena Jerman bukan favorit saya. Pertama, Pemain Jerman, Miroslave Klose, mencatatkan rekor baru sebagai pencetak gol terbanyak dengan 16 gol.
Mematahkan rekor terdahulu yang dipegang Ronaldo dari Brazil. Kedua, mencatatkan rekor mencetak gol terbanyak dalam satu pertandingan ketika melawan tuan rumah Brazil dengan skor 1-7. Rekor gol ini sepertinya akan sulit terulang di masa depan. Ketiga, Jerman adalah negara di eropa yang mampu juara di amerika latin. Sungguh, sebuah pencapaian yang luar biasa.

 Ada juga yang bikin miris dan prihatin. Tidak lain adalah kekalahan telak yang begitu mencolok skornya, 1-7. Padahal kita tahu, Brazil adalah negara pemegang piala terbanyak untuk piala dunia, telah juara sebanyak 5 kali, dan bertindah sebagai tuan rumah piala dunia, yang berarti juga didukung langsung ribuan suporternya di dalam stadiun. Apakah hanya karena tidak diperkuat Neymar dan Thiago Silva (kapten), Brazil menjadi seperti tim medioker? Entahlah. Sepertinya, di tim Brazil hanya Neymar yang menonjol, lainnya biasa-biasa saja. Bandingkan dengan tim Brazil ketika menjuarai piala dunia tahun 2006 di Korea Jepang. Mereka punya Ronaldo dan Rivaldo di barisan penyerang. Ronaldinho dan Kaka di tengah, dan di barisan bek, ada Roberto Carlos dan Cafu.

Tapi, bola itu bundar. Apa saja bisa terjadi. Mungkin saja kemarin Brazil yang terhebat, tetapi hari ini menjadi yang ter…… *silahkan isi sendiri lanjutan katanya.

Begitupun spanyol yang datang ke piala dunia ini sebagai juara bertahan, di pertandingan pembuka secara mengejutkan keok dari belanda dengan skor yang mencolok juga, 1-5. Kemudian di pertandingan kedua kalah 2-0 dari Chile. Dua kali kalah menjadikan Spanyol sebagai tim yang pertama dipastikan pulang kampung. Kalau diibaratkan, tim Spanyol itu sebagai tim yang terbang tinggi kemudian secara tiba-tiba jatuh ke tanah. Dua kali juara eropa berturut-turut dan juara piala dunia edisi sebelumnya, piala dunia kali ini langsung pulang kampung. Prestasinya menukik tajam 

Apa yang terjadi terhadap Brazil dan Spanyol –menjadi pecundang– bisa juga terjadi pada kita dalam kehidupan sehari-hari. Maka dari itu jangan jumawa atau sombong karena berada di atas atau lebih baik dari yang lain. Karena pada waktunya akan tiba, engkau akan berada di bawah atau kalah. Cukup sekian. Salam Zupeer!!

 foto: kompas.com

beli jersey klik BELI