One Piece 626 Subtitle Indonesia

Pada episode One Piece 625 lalu diceritakan tentang smoker yang hampir mati oleh Doflamingo, tetapi diselamatkan oleh mantan Laksamana Aokji. Sedangkan Luffy dan kawan-kawan berlayar menuju Dressrosa –tempat salah satu Yonku tinggal. Pada epidose ini diceritakan, kelompok topi jerami yang menuju Dressrosa di tengah jalan dihadang oleh kelompok bajak laut yang misterius. Caesar berhasil dibawa kelompok bajak laut misterius ini. Karena tidak ingin kehilangan Caesar –Luffy, Law, dan Cooper– mengejar pencuri tersebut sampai ke sebuah pulau misterius yang menjadi tempat persembunyian bajak misterius tersebut.

Bagaimanakah kisah selanjutnya? apakah Luffy cs berhasil mengambil kembali Caesar dari bajak lut misterius? Sedikit bocoran, Luffy, Law, dan Cooper malah jadi budak bajak misterius. Bagaimana bisa? Kurang mantap kalau tidak nonton sendiri

Link download One Piece 626 Subtitle Indonesia          : Solidfiles
Link download One Piece 626 Subtitle Indonesia (HD) : Solidfiles

beli kaos ini klik BELI

Naruto Shippuuden 343 Subtitle Indonesia

Setelah pada episode Naruto Shippuuden 342 lalu bercerita tentang rahasia Jutsu ruang dan waktu. Pada episode Naruto Shippuden 343 ini, Naruto dan kawan-kawan mampu menaklukkan Jutsu ruang dan waktu Tobi. Naruto mampu menghancurkan topeng yang menutupi wajah Tobi, dan terungkaplah siapa sebenarnya di balik topeng yang selama ini menggunakan nama Tobi sebagai samaran.

Di episode ini juga berisi flashback kenangan kakashi dulu bersama tim, ketika awal-awal menjadi Shinobi. Orang yang menjadi lawan bertarung saat ini, Tobi, ternyata ada dalam flashback kenangan ini. Siapakah orang ini? Lihat sendiri kali 😉

Di akhir cerita, tiba-tiba datang seseorang yang tidak asing. Siapakah dia? Silahkan download video-nya di bawah ini

Link download Naruto Shippuuden 343 Subtitle Indonesia         : Sharebeast
Link download Naruto Shippuuden 343 Subtitle Indonesia (HD): Solidfiles

beli kaos ini klik BELI

Sedikit Cerita dari BN 2013

Jum’at jam 5 sore, saya berangkat dari Semarang menuju Jogja. Keberangkatan saya ini dalam rangka mengikuti acara Blogger Nusantara 2013, dari 29 November sd 1 Desember. Sebenarnya hampir membatalkan keberangkatan karena tidak mendapatkan jatah penginapan, tetapi karena dukungan teman-teman sekomunitas #lebay, akhirnya nekat berangkat bersama dua orang teman.

Jam sebelas malam kurang, saya dan kedua teman sudah menginjakkan kaki di jogja. O ya, kedua teman itu adalah pasangan suami istri, munif dan wuri. Mbak Wuri menginap di Edu Hotel, sedangkan saya dan munif menginap di Hotel Sumaryo, di jalan Prawirotaman. Munif mendapat jatah kamar nomor 16, sedangkan saya harus register dulu. Oleh panitia ditempatkan di kamar nomor sembilan. Tetapi saya menginap di kamar nomor 16, yang sampai pagi hanya saya dan dua teman, munif dan agus jkt48. Padahal sudah dipersiapkan 5 tempat tidur. Di kamar sebelah dan sebelahnya lagi juga hanya ditempati 2-3 orang saja dari jatah 5-6 orang tiap kamar.

berkumpul di lapangan 

Pagi-pagi coba cek web Blogger Nusantara, rundown acara ternyata sudah ada. Download file pdf-nya. Jam 8-9, perjalanan ke Ngabean, jam 9-10, perjalanan ke Joglo Abang. Beberapa teman mendapat sms, jam 9 langsung ke Joglo Abang. Itu yang menimbulkan kebingungan kami semua. Sampai jam setengah delapan, belum ada kejelasan, ke Ngabean atau langsung ke Joglo Abang. “Jalan kaki ke Ngabean lumayan jauh lho” kata teman yang tahu. “Kalau harus jalan kaki dan pakai baju batik, sampai Ngabean ya ‘kebes‘ alias basah kuyup karena keringetan”

Akhirnya, kami semua hanya menunggu, panitia juga tidak memberikan instruksi apa-apa. Hampir jam delapan, tersiar kabar dari twitter, jika para peserta akan dijemput angkot menuju Ngabean, jadi kami disuruh menunggu.

Jam 8-an lebih, akhirnya semua peserta berangkat ke Ngabean dengan naik angkot bus yang telah disewa panitia. Baru ngeh setelah sampai Ngabean, ternyata tempat tersebut itu terminal. Sampai di Ngabean bus-bus yang membawa peserta BN transit sebentar, kemudian berangkat berarak-arakan. Sekitar 1 jam harus ditempuh untuk sampai Joglo Abang. Jalan menuju Joglo Abang sangat sempit, hanya bisa dilewati satu mobil, jadi kalau ada mobil simpangan, salah satunya harus menyingkir ke pinggir jalan yang lebih lapang.

pengumpulan buku

Setelah sampai di Joglo Abang, semua peserta registrasi ke panitia. Sementara peserta menikmati snack yang diberikan, panitia masih sibuk mempersiapkan tempat acara. Entah setelah berapa lama duduk, acara dimulai dengan sambutan oleh ketua panitia acara, namanya siapa gitu, lupa. Dilanjut dengan sambutan dari Blogger Nusantara, namanya juga lupa :)) Acara selanjutnya tidak tahu, karena saya memilih keluar dari tempat acara, untuk menemui teman-teman yang baru saja sampai, setelah berjuang untuk sampai di Joglo Abang. Mereka sempat tersesat, tanya tentang Joglo Abang tidak ada yang tahu. Kami kemudian cari makanan di sekitar tempat acara. Di pojokan jalan ada Bapak penjual bakso, langsung saja kami pesan. Rasa lapar mengalahkan rasa, walaupun bakso rasanya agak asin, tetapi dimakan dengan lahap, apalagi saya yang dari pagi belum juga makan. Tetapi, ternyata tidak hanya saya dan teman2, peserta lain juga berhamburan keluar mencari makan. Setelah kenyang makan, saya tidak kembali ke tempat acara, tetapi langsung ke mushola untuk sholat dhuhur. Di mushola sampai jam 4 sore :))) jadi sama sekali tidak mengikuti jalannya acara. *dikeplak

salah satu tarian yg ditampilkan

Entah jam berapa, setelah sholat ashar, saya dan teman mendekat ke tempat acara. Di lapangan depan gedung Joglo Abang, ramai peserta seperti antri beras #eh Ternyata pada mendaftar untuk ke malioboro atau tetap di Joglo Abang. Saya termasuk yang memilih ikut ke Malioboro. Menunggu sampai Maghrib tiba, kemudian isha’, masih tetap di Joglo Abang. Terus Malioboro-nya? Boro-boro. Akhirnya melampiaskan dengan makan. Mau beli sate sudah habis. Akhirnya makan makanan yang disediakan. Menunya sama persis dengan tadi siang.

Selesai makan, saya dan beberapa teman ke Mushola untuk sholat Isha’. Jam 8-an, kembali ke tempat acara karena ramai, angkot penjemput berarakan sudah sampai. Sebelum naik bus, sempat memotret tarian yang di pentaskan di lapangan depan. Bis-bis tersebut akan membawa seluruh peserta Blogger Nusantara ke desa wisata Tembi. Bis meninggalkan Joglo Abang jam sembilan lebih, dan sampai di Tembi jam sebelasan malam. Dapat jatah homestay di R7. Cukup jauh dari pintu gerbang, tetapi untungnya panitia sudah menyiapkan ojek, jadi tidak perlu capek jalan. Sampai di rumah tempat kami menginap, disambut bapak-bapak pemilik rumah. Ngobrol-ngobrol sebentar. Cuci kaki, gosok gigi, langsung terbang ke alam mimpi.

Pagi-pagi saya sudah melihat bungkusan makanan di meja. Pikirku itu yang menyiapkan bapak pemilik rumah, tidak tahunya itu dari panitia, tapi itu jatah makan tadi malam. What!

monumen gempa
ada apa di desa Tembi?

Setelah mandi, saya dan teman berkemas. Menuju tempat makan. Dalam perjalanan menuju tempat makan, ada museum gempa, berupa rumah yang sudah rata dengan tanah. Sehabis menikmati sarapan pagi sepincuk pecel, jalan-jalan menyusuri desa tembi. *menerawang* Seandainya dari kemarin acaranya langsung ke desa Tembi, kelihatannya seru.
Puas jalan-jalan, saya nongkrong sebentar di angkringan untuk menikmati segelas kopi *karena wadahnya gelas

Nongkrong di angkringan di Tembi adalah akhir dari petualangan di acara Blogger Nusantara, karena setelah itu saya dan beberapa teman memutuskan untuk pulang. Padahal acaranya masih sampai jam satu siang

galeri seni batik

Yang terakhir sebelum postingan ini ditutup 🙂 dan merupakan inti dari postingan ini. Jadi paragraf-paragraf di atas tidak dibaca tidak apa-apa. Sengaja juga, paragraf ini saya tempatkan di akhir, biar tidak dibaca juga 😉 Sedikit saran untuk panitia acara. Menurut saya, tidak perlu peserta yang terlalu banyak, cukup 200-300 peserta, tetapi acara lebih berkualitas dan peserta bisa lebih diperhatikan. Buat apa mengejar quantity, tetapi quality tidak maksimal.

eksis dulu

Penutupan Proyek Modernisasi Jaringan XL

Pagi tadi —16 Desember 2013— saya menghadiri acara yang diadakan sebuah operator seluler GSM. Sudah tahu kan? udah saya tulis di judul postingan ini. Yup! acara yang diadakan XL regional jateng DIY ini adalah acara penutupan proyek modernisasi jaringan. Jadi, proyeknya sudah selesai dan acara ini bisa dikatakan sebagai syukuran.

Modernisasi yang dimaksud adalah penggantian perangkat lama dengan perangkat baru yang lebih modern. Apa sih yang membedakannya dengan perangkat lama? Berdasarkan selebaran yang dibagikan 🙂 dan juga penjelasan Bapak Agus Simorangkir —Vice President Project Management Officer XL— bahwa pada perangkat yang baru, menggunakan teknologi ‘Single RAN’, teknologi yang menggabungkan beberapa perangkat RBS menjadi satu. Keuntungan dari teknologi ini adalah lebih efisien dalam hal pemakaian energi atau hemat energi sampai 70%. Selain itu, perangkat semakin ringkas, sehingga lebih efisien dalam penggunaan ruang, dan lebih mudah pengoperasiannya. Oya, proyek modernisasi XL ini sudah berlangsung sejak tahun 2011.

 “Untuk regional Jawa Tengah dan DIY, proyek modernisasi dimulai sejak April 2013. Dimulai dari Solo, kemudian berlanjut ke seluruh kabupaten dan kecamatan yang ada di kedua propinsi. Secara lebih spesifik, proses modernisasi jaringan yang dilakukan XL berupa perbaikan desain, penggantian perangkat, penalaan dan optimasi jaringan”. Demikian yang dikatakan Bapak Agus Simorangkir dalam rilis persnya. Bapak Agus juga mengatakan bahwa sebagai operator telekomunikasi terkemuka di Indonesia, XL akan terus beradaptasi dengan teknologi yang semakin maju dan berkembang saat ini, dan modernisasi jaringan adalah langkah strategis yang dilakukan XL untuk terus menjadi yang terdepan dalam layanan telekomunikasi, terutama layanan data.

Bis yang membawa peserta keliling
Suasana di dalam bis

Acara yang berlangsung di Hotel Gumaya Semarang ini diawali dengan uji jaringan (drive test) pasca modernisasi. Dengan dipandu oleh team network XL, peserta naik bis yang telah disiapkan melintasi titik-titik penting kota Semarang. Dari Hotel Gumaya, bis yang membawa peserta dari blogger dan wartawan —dipisah sesuai profesi— menuju Simpang Lima, kemudian belok kiri menyusuri jalan Ahmad Yani, belok kiri lagi menyusuri jalan MT Haryono. Sepanjang perjalanan, team network XL menjelaskan secara teknis tentang jaringan, coverage, dll. Diisi juga dengan sesi tanya jawab selama dalam perjalanan. Setelah melewati Bubakan, bis bergerak ke arah kota lama, memutari kota lama, kemudian ke arah jalan pemuda. Sampai Tugu Muda, bis berbelok ke kiri ke arah jalan Pandanaran, Simpang Lima lagi, jalan Pahlawan, jalan Veteran, jalan Kyai Saleh. Setelah itu langsung kembali ke Hotel Gumaya. Kesimpulan setelah test drive apa? Menurut team network XL, berdasarkan data yang ditampilkan di monitor yang dipajang di depan bis selama perjalanan, jaringan XL walaupun titik spotnya lebih sedikit dari salah satu operator lain —yang menjadi pembanding dalam uji coba— tetapi lebih stabil jaringannya.

Sambutan Pak Agus Simorangkir

 Setelah semua peserta berkumpul di North Ballroom Hotel Gumaya, acara dilanjut dengan pembagian doorprize, kemudian sambutan bapak Agus Simorangkir. Di sesi tanya jawab setelah sambutan Bapak Agus, ada seorang peserta yang bertanya “Apa manfaat lain —selain yang disebutkan di atas— dari modernisasi jaringan ini?” Dengan mantap bapak Agus menjawab “Coverage jaringan semakin luas dan jaringan lebih stabil”.

Pemotongan tumpeng
Pemberian bantuan ke Panti Asuhan

Seperti kebiasaan atau adat istiadat di sini (Jawa), pada acara Penutupan Modernisasi Jaringan XL juga diisi dengan pemotongan tumpeng oleh bapak Agus Simorangkir. Tidak lupa pula pemberian bantuan ke anak-anak Panti Asuhan, sebagai wujud kepedulian sosial XL. Acara diakhiri dengan makan-makan…. *ini yang ditunggu-tunggu*
Setiap peserta yang datang juga mendapatkan merchandise berupa powebank dan flashdisk. Lumayan, tidak perlu beli powerbank baru :))