Berselancar Seperti Balapan dengan Wifi Id

Pertama kali registrasi mengikuti acara ASEAN Blogger Festival Indonesia, oleh panitia saya dipersilahkan oleh panitia untuk mengambil voucher di counter sebelah, mbak penjaga counter memberi saya empat buah voucher dan beberapa brosur. Karena belum paham penggunaannya, saya bertanya ke mbak pengaja counternya. Pertama yang saya tanyakan adalah, apakah voucher ini bisa digunakan untuk semua operator seluler atau hanya khusus untuk Telkom Indonesia sekeluarga saja? Mbaknya bilang kalau vouchernya bisa digunakan untuk semua smartphone yang sudah bisa wifi. Jadi tidak masalah jika simcardnya bukan produk Telkom Indonesia.

Mbaknya juga menjelaskan, cara menggunakannya cukup mudah, nyalakan wifi, cari wifi dengan inisial Widi ID, pilih, masuk browser, otomatis browsernya akan masuk halaman login Wifi ID, kita tinggal memasukkan username dan password yang ada di voucher tadi, klik login, dan…. Anda sudah bisa internetan. Mudah kan!, Wifi ID ini merupakan pengembangan jaringan Telkom Speedy yang sudah terkenal dengan keunggulan koneksinya. Kalau diistilahkan, Wifi ID adalah versi portable dari Telkom Speedy. Bisa terkoneksi dimana saja, kapan saja, selama ada jaringan Wifi ID

Hari pertama belum bisa mencoba koneksi internet Wifi ID karena tempat menginap bukan di kusuma sahid prince hotel, tetapi di sahid jaya hotel. Disitu tidak dipasangi Wifi ID πŸ™

Hari kedua acara ASEAN Blogger festival yang berlangsung di Kusuma Sahid Prince Hotel, saya baru bisa mencoba koneksi internet memakai Wifi ID. Setelah mendapatkan tempat duduk, hal pertama yang saya lakukan adalah menggosok voucher, kemudian nyalakan wifi dan konek ke Wifi ID, setelah itu buka browser, langsung masukkan username dan password, klik login, dan…. Jreng!, smartphone saya sudah terkoneksi internet dengan jaringan wifi id. Buka twitter langsung twit ‘percobaan’, seketika itu juga udah masuk timeline. Dengan koneksi yang cepat, setiap ucapan, momen, statemen, quote, dan apa saja yang sekiranya menarik, bisa langsung tertwit. Teman saya yang tidak hadir bisa ikut menyimak acara ini lewat timeline saya. Seminar yang berlangsung dari pagi sampai sore dan menampilkan banyak pembicara, serta ditunjang koneksi internet Wifi ID yang cepat, sempat membuat trending topik di twitter untuk hastag ABFI karena banyaknya twit yang membicarakan acara ASEAN Blogger Festival Indonesia ini.

Teman saya bahkan bisa upload video dengan cepat menggunakan koneksi Wifi ID, saya tahunya dari twit yang dia tulis setelah sukses upload video yang dia buat. Kalau saya sih sering-sering twitpic foto suasana seminar untuk diikutkan lomba yang diadakan panitia. Upload fotonya cepet, walaupun kadang file fotonya besar, ternyata tidak ada pengaruhnya sama sekali, foto dapat terupload dengan cepat. Cuma untuk di luar ruang seminar yang agak jauh, koneksi wifi id agak lambat. Tapi, saya tidak pernah pergi terlalu jauh dari ruang seminar dari pagi sampai sore. Tempat yang paling jauh yaitu gedung sebelah ketika makan siang πŸ™‚

Hari kedua seminar, koneksi Wifi ID masih sama seperti hari sebelumnya, tetap cepat. Saya jadi tertarik untuk menggunakan Wifi ID. Cukup dengan beli voucher sebesar 5 ribu, sudah bisa internetan sepuasnya

Meramaikan Acara ABFI di kota Solo

Bukan karena terinspirasi kota solo aku berkendara sendirian menuju kota ini. Jadi punya kepanjangan kata solo, yaitu so alone. Saya datang ke kota ini bulan untuk menyendiri, saya datang untuk berkumpul dengan community, ASEAN Blogger Festival Indonesia namanya. Ingin ikut meramaikan acaranya, kemudian membawa pulang semangatnya.

Sempat tersesat karena mbah google maps ternyata tidak menunjukkan tempat yang akurat. Harusnya Sahid Kusuma Prince Hotel, tempat berlangsungnya acara, itu terletak di jalan Sugiyopranoto, tetapi di google maps tercatat di jalan kapten mulyadi. Akibat fanatik dengan mbah google. Lain kali tidak lagi deh.

Acara pertama ASEAN Blogger Festival Indonesia yaitu dinner dengan walikota surakarta, Bapak FX Hadi Rudyatmo, di rumah dinas beliau. Saya dan rekan-rekan lain yang mendapat tempat menginap di hotel sahid jaya, dengan diantar bus, sekitar jam 8 sudah siap untuk menghabiskan hidangan dinner #eh. Sebelum acara inti, makan-makan πŸ™‚ ,ada beberapa sambutan, salah satunya tentu walikota surakarta, bapak Rudyatmo, selaku tuan rumah. Ada juga tarian sambutan, dan juga penandatanganan kerjasama antara pemerintah kota surakarta dengan telkom Indonesia. Sekitar jam sepuluh acara sudah selesai, makanan sajian sudah habis, sudah kenyang juga πŸ™‚

Hari kedua, hari jum’at, acara diisi total dengan seminar. Sesi pertama ada tiga pembicara yang tampil. Sebelum seluruh pembicara tampil, Pak Amril mengawali acara untuk memberikan sambutan sebagai panitia acara ASEAN Blogger Festival Indonesia. Beliau sebenarnya ingin memutar sebuah video, tetapi ternyata tidak ada suaranya. Selanjutnya sambutan pak @hazpohan dari kementerian luar negeri untuk ASEAN, menyampaikan tentang community ASEAN, mulai dari digagas sampai planning ASEAN Community 2015. Langsung dilanjut dengan pembicara kedua yaitu Bapak  Suprawoto dari kementerian kominfo, menyampaikan pidatonya tentang perkembangan telekomunikasi di indonesia untuk saat ini. Ada cerita menarik yang disampaikan oleh Pak Suprawoto, beberapa orang perwakilan dari Maluku Barat Daya, sebuah daerah yang masih sangat terpencil dan belum terjangkau teknologi, datang ke kantor kominfo di Jakarta hanya untuk meminta fasilitas internet.

Setelah Pak Suprawoto menyampaikan pidatonya, acara diselingi dengan potong tumpeng untuk ulang tahun ASEAN Blogger yang ke-2, ada yang salah sebut yang ke-3, tetapi pak @hazpohan meluruskan jika ASEAN Blogger baru ultah yang kedua. Selanjutnya, acara yang ditunggu-tunggu, coffe break πŸ™‚

Coffe break usai, dilanjut lagi dengan menampilkan tiga pembicara sekaligus yang naik panggung, yaitu Pak @hazpohan, Thomas Bills dari perwakilan Amerika untuk ASEAN, dan Pak Muhammad Dian Nafi sebagai seorang pemerhati sejarah dan budaya. Pak @hazpohan menyampaikan beberapa prioritas komunitas ASEAN, salah satunya tentang pendidikan. Untuk hal yang satu ini, ASEAN masih perlu pembenahan. Sedangkan Thomas Bills menyampaikan tentang dukungan Amerika dengan adanya komunitas ASEAN ini.

Sesi terakhir sebelum istirahat yaitu menampilkan Bapak marketing Indonesia dan juga dunia, Hermawan Kertajaya. Beberapa yang dapat saya tangkap dari yang disampaikan Pak Hermawan yaitu share energi positif dalam postinganmu, karena selain bermanfaat bagi kita juga bermanfaat untuk semua orang. Blogger itu adalah seorang publisher, editor, dan juga seorang marketing. Artinya, seorang blogger itu bisa menjadi penyampai berita dan bisa juga menjadi marketing untuk sebuah produk atau jasa.

Sehabis Sholat Jum’at dan makan siang, acara dilanjut lagi dengan menampilkan dua pembicara yang juga seorang blogger semua. Bapak Budi Putra dan Mbak Venus Handayani. Mereka menyampaikan pengalamannya menjadi seorang blogger. Mbak venus misalnya, menyampaikan pengalamannya mengunjungi tempat-tempat di seluruh dunia. Untuk sesi ini, ada sesi tanya jawab. Langsung dilanjut saja ya? Untuk sesi selanjutnya tampil wakil dari departemen pariwisata dan ekonomi kreatif, Fransesca Nina Soemitro, dan kepala dinas pariwisata kota solo. Hal saya tangkap dari yang disampaikan Ibu Fransesca yaitu Pariwisata kita masih kalau dibandingkan Malaysia, kunjungan pariwisata Indonesia cuma 8 jutaan per tahun, sedangkan Malaysia mencapai 28 jutaan per tahun. Hal menarik disampaikan oleh Kepala pariwisata Kota Solo, hiburan kesenian di Kota Solo digratiskan. Wow, menarik sekali.

Acara seminar ditutup dengan menampilkan fashion show batik yang diperagakan oleh blogger-blogger ASEAN. Yang semula udah ngantuk, letih, dan lesu, langsung segar kembali. Sepertinya, acara fashion show ini malah paling semarak dan ramai.

Malamnya, masih ada acara lagi, yaitu nonton Mangkunegaran Art Festival yang menampilkan tarian dan operet tentang timun mas. Ramai banget, sampai saya tidak kebagian tempat duduk, akhirnya nonton berdiri. Kalau yang tidak mau berdiri berdesak-desakan nonton, bisa nonton layar lebar yang dipasang di depan pendopo.

Acara hari ketiga yaitu perkenalan blogger masing-masing negara ASEAN, kemudian dilanjut dengan seminar sesuai minat masing-masing. Saya memilih seminar tentang kulineri ASEAN. Setelah istirahat, acara dilanjut dengan berkunjung ke Candi Sukuh, ada juga yang ke Museum Sangiran. Saya pilih ke Candi. Ketika hampir sampai, mobil yang saya tumpangi tidak kuat naik ke Candi Sukuh, terpaksa harus dijemput mobil yang kuat naik. Cerita tentang kunjungan ke Candi Sukuh ntar mau saya buatkan postingan sendiri #sekedarinfo. Setelah dari Candi Sukuh langsung ke lokasi Urban Forest, sebuah tempat yang dulunya merupakan pemukiman penduduk, kemudian akan diubah jadi hutan kota. Terus kemana penduduk yang dulu bermukim ditempat ini? Sudah dipindahkan ke tempat yang aman dari banjir. Malam hari sebenarnya masih ada acara keliling kota Solo dengan naik bis tingkat, tapi badan udah capek banget, jadi… tidak ikut πŸ™‚

Minggu 12 Mei, hari terakhir ASEAN Blogger Festival Indonesia. Acara pertama yaitu naik kereta uap  dari area CFD jalan Slamet Riyadi sampai stasiun Purwosari. Selesai naik kereta langsung dilanjut dengan kunjungan ke keraton Solo, disini juga sekaligus sebagai tempat penutupan rangkaian acara ASEAN Blogger Festival Indonesia, yang berlangsung selama 4 hari. Seperti harapan yang saya tulis di paragraf awal, saya pulang dengan membawa semangat dan kenangan dari acara ini. Sampai jumpa tahun depan.

Mengunjungi Keraton Surakarta

Ini pertama kalinya saya mengunjungi Keraton surakarta. Walaupun jarak Semarang Solo itu dekat, tidak lebih dari `4 jam kalau berkendara santai. Kunjungan untuk pertama kalinya ini merupakan rangkaian acara ASEAN Blogger Festival Indonesia. Di keraton ini juga acara ABFI ditutup.

Diantar dengan 5 bis besar, seluruh peserta ABFI dan panitia mengunjungi keraton Surakarta, walaupun siang itu begitu terik, tetapi tidak sedikitpun menyurutkan langkah kami semua menyusuri warisan budaya Indonesia ini. Bis kami parkir berjejer di pinggir jalan, untung tidak menimbulkan kemacetan. Kemudian seluruh peserta harus menyebrang jalan untuk masuk ke komplek keraton. Sebelum melangkah jauh menyusuri ruangan, kami ditahan, diberitahu peraturan yang berlaku jika memasuki komplek; bagi wanita yang tidak memakai celana harap untuk memakai celana, sedangkan bagi yang memakai sandal harus melepas sandalnya alias nyeker. Kemudian hening. Setelah ada pembicaraan, ternyata hanyaΒ  peraturan kedua yang tetap berlaku, untuk para wanita yang memakai rok boleh tetap masuk.

 

Ternyata, komplek itu bukan komplek utama keraton, kami harus menyebrang jalan lagi untuk memasuki komplek utama keraton Surakarta. Setelah melepas sandal, saya kemudian mengeksplor setiap sisi ruangan yang saya lewati, termasuk juga mengabadikannya dengan smartphone. Sedikit berpikir dalam hati, kenapa patung-patung yang ada di luar ruang penyambutan peserta ABFI adalah patung-patung bergaya patung eropa, bukan patung model pewayangan atau minimal sejenis dengan patung-patung yang ada di komplek sebelumnya? Jawabannya mungkin akan saya search di internet πŸ™‚ dengan wifi yang disediakan salah satu anak perusahaan telkom indonesia yaitu wifi id

Di dalam ruangan penyambutan, kursi-kursi sudah tertata rapi. Cukup luas untuk menampung seluruh peserta yang mencapai 200-an orang. Tidak ada penerangan yang wah, tetapi itu tidak apa-apa, saya masih bisa melihat sinden menyanyi dan pemain gamelan memainkan alat musiknya. Juga tidak ada kipas angin yang mendinginkan ruangan, itu juga tidak apa-apa, angin sepoi-sepoi yang masuk ke ruangan sudah cukup menghilangkan rasa gerah karena panas terik matahari.

Saya tidak bisa memberikan penilaian tentang kunjungan ke keraton Surakarta ini karena sebelumnya saya belum pernah berkunjung ke keraton mana pun. Jadi saya tidak punya pembanding sama sekali. Mungkin sedikit saran, jalan yang membelah komplek pertama dengan kedua ditutup, terus jalannya dialihkan melewati depan komplek pertama. Saya kemarin sempat kaget karena ternyata harus menyebrang lagi jalan yang ramai kendaraan seliweran. Takutnya, ada orang yang lalai tiba-tiba nyelonong di jalan yang lagi ramai.

Acara dimulai, sinden mulai melantunkan lagu berbahasa jawa dengan diiringi gamelan. Kemudian sambutan dari pihak Keraton Surakarta. Bercerita tentang sejarah Keraton Surakarta ini, mulai dari terbentuknya, peran serta pihak keraton di zaman kemerdekaan, sampai penyampaian harahap terwujudnya keinginan menjadi daerah istimewa seperti Yogyakarta. Sambutan selanjutnya dari perwakilan Kementerian Luar Negeri, yang menyampaikan terima kasih atas partisipasi semua pihak sehingga acara ABFI berjalan lancar. Acara selanjutnya diisi dengan tarian tradisional dan pengumuman pemenang untuk lomba-lomba yang diadakan sponsor.

Saya hanya bisa berdoa semoga harapan keraton Surakarta mendapatkan haknya yang pernah dijanjikan pemerintah bisa terwujud, dan semoga saja pemerintah ikut melestarikan budaya warisan keraton dengan turut membantu dana untuk operasional keraton. Gaji abdi dalem 90 ribu perbulan adalah tidak manusiawi. Tetapi saya mengerti kondisi keraton, tidak ada sumber pemasukan untuk membiayai operasional keraton. Maka dari itulah diperlukan peran serta pemerintah yang mendapatkan manfaat dari event-event yang diadakan keraton.

 

foto-foto diambil dari fotosekitar dan asean blogger

Catatan dari Semarang Blogger Festival

Terus terang, saya sebenarnya awan sama sekali tentang acara ini. Karena email di milis Loenpia.net hanya tertulis dengan judul Undangan Awarding Night. Saya baru mulai tahu setelah datang di acaranya ini, 2 Mei lalu. Bertepatan dengan Ultah kota tercinta, Semarang. Ternyata, acaranya ini bertajuk Semarang Blogger Festival. Sedangkan awarding night itu adalah bentuk acaranya, yaitu penyerahan hadiah atau piagam. Nguping kanan kiri, sebenarnya acara ini ada kaitannya dengan Liga Blogger yang diadakan oleh anak-anak @dotsemarang. Mereka mengklaim, jika Liga Bogger ini adalah satu-satunya yang ada di dunia. Di negara-negara lain belum pernah ada acara seperti ini.

Langsung saja. Saya datang di acara Semarang Blogger Festival ini sebagai undangan, menjadi salah satu wakil dari Komunitas Blogger Semarang, atau biasa disebut Loenpia. Komunitas yang sudah berusia 7 tahun ini menjadi salah satu nominasi komunitas online favorit di Semarang.

Ketika memasuki ruangan, dalam hati saya berkata, kok sepi? Setelah acara dibuka dengan tarian dari 3 mahasiswi unnes, pengunjung mulai memadati ruangan. Sampai-sampai ada yang tidak kebagian tempat duduk. Setelah dibuka dengan tarian, kemudian dilanjut dengan sambutan-sambutan dari panitia dan sponsor.

Setelah sambutan-sambutan, acara dilanjut dengan pengumunan nominasi untuk komunitas online favorit, @loenpia tidak masuk kategori. Setelah amplop yang berisi nama pemenang dibuka, ternyata komunitas blogger semarang ini yang menjadi pemenang. Saya heran, teman-teman dari loenpia juga heran. Setelah piala diterima, pialanya juga salah, yang diberikan adalah piala untuk kategori komutias kampus favorit. *tepok jidat*

Beberapa pengumuman untuk pemenang kategori lain diantaranya; untuk akun wisata favorit disabet oleh akun twitter @wisatasemarang, sedangkan untuk kategori kamunitas kampus favorit disabet oleh internet club dari Unisbank. Ada juga blogger favorit dan pemenang untuk liga blogger, masing-masing yaituΒ @honeylizious dan @iva_gs. Sementara untuk blogger pria favorit dan blogger wanita favorit disabet oleh @didno7 dan @ila_rizky

Disela-sela pengumuman pemenang juga diselipi dengan cara hiburan dance dari Lotus Dance Crew dan musik dari Teater Gema. Kelihatannya kedua hiburan ini mendapatkan antusiasme dari penonton, terlihat dari jepretan kamera dan teput tangan setelah mereka tampil.

Sebelum acara berakhir, diumumkan pemenang untuk lomba yang diadakan pada acara ini, yaitu live blog post dan twitpic tereksis. Untuk lomba terakhir, saya yang jadi pemenangnya, mendapat hadiah sebuah modem GSM. Alhamdulillah