Bodo Kupat

image

Bodo kupat adalah tradisi masyarakat jawa. Konon, tradisi ini diperkenalkan oleh wali songo. Bodo kupat dalam bahasa Indonesia artinya hari raya ketupat. Ada berbagai macam versi tentang asal kata bodo kupat. Pertama, bodo kupat berasal dari kata , yang artinya selamatan untuk kesempurnaan (kaaffatan). Para wali setelah idul fitri biasanya puasa lagi selama enam hari, kemudian pada hari ketujuh melakukan selamatan untuk kesempurnaan puasa dan idul fitri. Lidah orang jawa menyebutnya selamatan kupat.

Kedua. Bodo kupat berasal dari istilah ‘nyu kupake kang papat‘ atau menyempurnakan yang empat (puasa ramadhan, zakat, idul fitri, dan puasa sunah 6 hari di bulan syawal).

Tradisi untuk bodo kupat di tiap daerah bisa berbeda-beda. Contohnya di tempatku hanya melakukan selamatan di mushola atau masjid. Sedangkan tradisi di kampung sebelah, setelah selamatan di mushola atau masjid, ada tradisi bertukar makan ketupat antar tetangga, berkunjung ke rumah tetangga untuk makan ketupat, kemudian tuan rumah gantian datang ke rumah tamu untuk makan ketupat.

Tetapi, sekarang orang lebih suka membuat lontong untuk hidangan bodo kupat, padahal makna bodo kupat itu adalah pemakaian ketupat sebagai simbol.

Setelah Fitri Terus Apa?

Puasa sebulan penuh telah kita lalui, Idul Fitri telah kita rayakan. Setelah itu, yang jadi pertanyaan adalah, apakah benar kita kembali fitri atau bersih dari dosa-dosa? Pertanyaan kedua, kalau kita kembali fitri, apa selanjutnya yang akan kita lakukan?

Wih! kalau membaca dua pertanyaan di atas, sepertinya kok berat banget pertanyaannya, dan hanya orang-orang alim atau ahli agama saja yang bisa menjawabnya. Tapi jangan berkecil hati, kita pun bisa menjawabnya, setidaknya untuk diri kita sendiri. Ingat ceramah ustadz, Pak Ustadz pernah bilang kalau orang berpuasa itu diumpamakan seperti kepompong. Tahu kan? selama menjadi ulat, betapa rakusnya dia, sampai-sampai para petani harus menyemprotkan pestisida untuk mencegah keganasan ulat. Tetapi siklus berputar, ulat tak selamanya jadi ulat, ada saatnya menjadi kepompong. Saat menjadi kepompong, ulat berhenti makan, dengan kata lain dia berpuasa. Kenapa saat menjadi kepompong berpuasa? karena untuk peralihan dari makhluk yang rakus menjadi makhluk yang tidak rakus. Setelah menjadi kupu-kupu makanannya hanya madu saja, makannya pun secukupnya saja.

Lalu, apa hubungan pertanyaan nomor satu dengan cerita tentang siklus hidup ulat? saya ulang pertanyaan pertama, apakah benar kita kembali fitri atau bersih dari dosa-dosa? Jawabannya bisa diambil dari cerita si atas. Ulat menjadi kupu-kupu. Ulat rakus, kupu-kupu tidak. Secara kasar dapat saya simpulkan, kita akan benar kembali fitri jika setelah idul fitri sifat rakus telah hilang dari diri kita, ada perubahan ke arah yang lebih baik atau setidaknya ada peningkatan keimanan. Kalau dari cerita di atas, dari ulat yang buruk dan menjijikkan menjadi kupu-kupu yang manis dan indah.Misal, sebelum Idul Fitri sholatnya seminggu sekali, setelah idul fitri sholatnya bisa setiap hari. Kalau sebelum puasa kita gampang marah, setelah Idul Fitri dapat lebih mengendalikan marah. Jadi, kita mendapatkan Idul Fitri jika ada peningkatan keimanan atau amal ibadah setelah Idul Fitri. Itu menurut saya. Bagaimana menurut Anda?

Kemudian untuk pertanyaan kedua, kita juga bisa mengambil jawaban dari cerita di atas, yaitu harus ada perubahan. Kalau ulat setelah berpuasa (menjadi kepompong) menjadi kupu-kupu, atau dari buruk menjadi indah. Bagaimana setelah perubahan yang lebih baik? konsisten, atau dalam agama istilahnya istiqomah dalam kebaikannya, sukur-sukur semakin meningkat kebaikannya. Kan kita tidak pernah dengar atau melihat, kupu-kupu menjadi ulat lagi. Kupu-kupu tetap menjadi kupu-kupu sampai mati. Begitupun kita, harus seperti itu, tetap konsisten baiknya sampai kita mati.

Musim Semi di Paris

image

Dibaca dari judulnya sudah bisa di tebak. Novel ini berlatar belakang kota Paris. *cape deh!*. Kalau bicara tentang Paris, saya jadi teringat film eiffel i’m in love. Sebuah film tentang drama remaja romantis dan  pemeran utamanya Samuel Rizal dan Shandy Aulia. Novel yang judul aslinya Printemps a Paris ini sama dalam hal latar belakangnya tetapi beda dalam hal cerita.

Baru kali inilah saya membaca novel drama percintaan bisa sampai tuntas, biasanya satu bab bisa selesai itu sudah bagus. Karena bukan melulu masalah hubungan percintaan yang diceritakan dalam novel ini, di dalamnya kita juga akan menemukan bagaimanakah kota paris itu. Penulis seperti mengajak kita untuk menyusuri jalan dan gedung yang ada di kota Paris. Itulah yang membuat saya terlena sampai lupa kalau novel sudah kelar dibaca.

Penulis menggunakan bahasa yang sederhana dalam mendeskripsikan cerita yang menurut saya begitu komplek, sehingga saya tidak perlu membaca berulang-ulang untuk memahami isi cerita. Kekomplekan masalah yang ada dalam cerita menurut saya lagi, bisa diibaratkan seperti buah simalakama. Mencintai salah, tidak mencintai juga salah. Jadi harus bagaimana coba? Penulis kelihatannya juga tidak menemukan ending yang tepat, sehingga cerita berakhir masih dalam tanda tanya.

Secara singkat dapat saya ceritakan, novel ini bercerita tentang seorang gadis yang ditinggal mati oleh bapaknya. Dalam surat wasiat yang ditulis bapaknya, gadis yang bernama Julie itu hak asuhnya dikembalikan ke ibu kandungnya, wanita berkebangsaan Prancis.

Kisah selanjutnya berlatar belakang kota paris. Di Paris, Julie hidup bersama keluarga Ibunya. Alain, suami baru ibunya, seb, kakak tirinya, francois, adik perempuan tirinya, dan adik kecil cowok, buah perkawinan ibunya dengan bapak tirinya.

Masalah pertama yang menghampiri Julie adalah kalau ternyata Francois tidak menghendaki kehadirannya. Untuk masalah yang satu ini, masalah terselesaikan setelah serangkaian kejadian yang membawa Francois masuk rumah sakit. Kejadiannya apa, bisa dibaca sendiri di novel ini.

Sedangkan untuk masalah percintaan, endingnya masih kabur. Julie ada rasa berbeda terhadap seb, tetapi hubungan keluarga menghalangi cinta keduanya, karena seb sebenarnya juga punya rasa yang sama dengan Julie. Dalam hati saya bilang, seperti sinetron saja. Sebelum cerita berakhir, saya sudah bisa menebak tokoh misterius yang meneror Julie. *siapa?…… yang nanya!*

Bagi yang suka novel yang ringan-ringan saja, saya rekomendasikan buku ini layak baca. Karena selain mengikuti jalannya cerita, kita bisa tahu sedikit gambaran tentang kota Paris.

Keterangan novel :

Judul               : Printemps a Paris

Pengarang     : Sisca Viasari

Penerbit         : Daharaprize

ISBN                : 979-501-708-X

Halaman        : 289 halaman

Ukuran           : 20 x 14.1 x 1.1

Selamat Idul Fitri 1433 H

Ternyata sidang isbatnya berjalan lancar dan pemerintah menetapkan besok, minggu 19 agustus 2012 sebagai 1 syawal 1433 H, sebagai hari raya idul fitri untuk tahun 2012 kali ini.

Tanpa banyak cakap, saya sebagai manusia yang tidak sempurna dan penuh dengan dosa, memohon maaf atas segala kesalahan dan kekhilafan. Dalam hati saya, tidak terbesit sedikitpun niat untuk menyakiti hati kalian, karena kalian adalah saudaraku semua

Mohon maaf lahir batin ya…