Tips Mencegah Terjadi Penipuan

Di media masa sering ada pemberitaan tentang terjadinya penipuan, atau malah Anda, keluarga, atau tetangga pernah tertipu. Pertanyaannya, mengapa bisa sampai tertipu? Tidak ada yang menjawab, semua mengangkat bahu. Memang, tertipu itu seperti sebuah mimpi. Tidak terduga, diluar kendali, dan tidak terpikirkan sebelumnya. Kita baru tahu telah tertipu setelah semuanya berlalu. Harta benda sudah melayang.Ada beberapa sebab mengapa seseorang bisa tertipu :

Mudah panik
Contoh kasus nyata. Cerita temenku yang saudaranya tertipu. Ceritanya, saudara temenku itu dapat telepon dari seseorang yang bilang kalau dia itu tetangganya mengabarkan jika anaknya saudara temenku kecelakaan. Si penelepon bilang kalau dia mau membawa yang kecelakaan ke rumah sakit tetapi dia tidak membawa uang, maka dia minta ditransfer sejumlah uang untuk biaya pendaftaran masuk rumah sakit. Karena panik, tanpa mengecek kebenaran berita, misalnya menelepon anaknya, atau bertanya siapa nama si penelepon, saudara temenku itu langsung mentransfer sejumlah uang sesuai permintaan penelepon. Saudara temenku baru sadar tertipu setelah anaknya itu pulang dari sekolah tidak kenapa-napa.

Mata Duitan
Karena iming-iming hadiah jutaan, motor, mobil, rumah, atau pun keuntungan yang berlipat-lipat dari investasi sedikit, orang bisa gelap mata dan bilang iya serta langsung menyerahkan sejumlah uang tanpa pikir panjang. Seperti yang dialami tetanggaku. Dapat tawaran investasi dengan keuntungan berlipat-lipat, sampai-sampai mengorbankan harta, tetapi yang diiming-imingkan tidak kunjung didapat juga

Dari dua penyebab kena tipu di atas, kita bisa tahu cara mencegah agar tidak tertipu, yaitu; tidak mudah panik dan jangan mata duitan.
Kadang panik itu menjadi sifat seseorang. Apa saja bisa membikin panik. Untuk orang yang mempunyai sifat panik, sebaiknya mendengarkan saran orang lain, suadara atau tetangga, atau meminta tolong mereka untuk masalah yang dihadapi.

Untuk mereka yang mata duitan, jangan mudah untuk tergiur dengan iming-iming, pikir ulang dulu, atau analisa terlebih dahulu investasi yang ditawarkan. Dalam ekonomi berlaku prinsip semakin besar keuntungan yang diperoleh, maka akan semakin besar juga resikonya. Menabung itu keuntungannya kecil tapi aman, sedangkan jual beli saham itu keuntungannya besar tapi resikonya juga sama besarnya, atau malah bisa membuat bangkrut. Kedua, dalam ekonomi juga berlaku prinsip, modal besar keuntungan besar, modal kecil keuntungan juga kecil. Jadi kalau ada yang menawari investasi aman tetapi keuntungan berlipat-lipat ganda, itu bohong besar.

Dan akhirnya, saya hanya bisa berkata seperti yang diucapkan bang napi “waspadalah!”

Pelatihan Blog di FKM UNDIP

Minggu kemarin, tanggal 6 mei, anak-anak loenpia manggung lagi. Kali ini dapat undangan dari FKM Undip Semarang. Sempat tersesat di ‘hutan belantara’ kampus undip tembalang ketika mau ke tempat acaranya. Sempat tanya kesana kemari dan sedikit percaya diri, akhirnya sampai juga di tempat acara. Gedung DIII Perikanan. Makanya, dicari di kampus FKM ya tidak ketemu.Kami anak-anak loenpia yang terdiri dari saya, mbandah, jeepban, slams, eno, wedhouz, bangjomizan dan adiknya, oleh panitia dipersilahkan untuk singgah di sebuah ruangan. Disitu ruangannya tertulis ‘ruang singgah dosen’. Setelah beberapa lama menunggu, akhirnya giliran kami untuk tampil datang juga. Panitia mempersilahkan kami memasuki ruang acara dan langsung naik panggung. Bukan untuk nyanyi lho.

Diawali dengan pemutaran video tentang loenpia, Jeeban membuka acara dengan gaya khasnya, becanda dan becanda. Pede aja dia walau cuma pake ‘kolor’. Peserta kelihatannya juga sangat antusias mendengarkan setiap kata dan becandaanya. Dia menjelaskan secara umum apa itu blog, kegunaan blog, cara ngeblog yang baik dan benar, dan lain-lain. Sedangkan untuk cara membuat blog akan disampaikan oleh slams. Tetapi, acara teknis untuk membuat blog dibatalkan karena ternyata koneksi internetnya drop. Dan temen-temen loenpia tidak ingin kejadian pelatihan blog offline terulang lagi. Jangan sampai ada ‘pelatihan blog offline 2’. Akhirnya acara diteruskan ke session berikutnya, yaitu pemanfaatan blog untuk kehumasan.

Sebagai pembicara untuk pemanfaatan blog untuk kehumasan adalah eno alias si naga centil. Ini anak ditunggu lama di cafe tetapi ngak nongol-nongol. Setelah pada mau bubar baru nongol. Padahal dia mengeluh belum makan. Akhirnya di tempat acara, lihat makanan langsung pengen makan, cuma sayang, makanannya oleh panitia ditaruh di meja seberang. Nasibmu no! Dia kelihatannya presentasi sambil melirih-lirih makanan di meja 😀 Keinginan menyambar makanan akhirnya kesampaian setelah acara selesai, yang lain pada foto-foto, dia menghabiskan semua makanan di meja. *kalimat terakhir bercanda*

Dalam presentasinya, eno membahas bagaimana sebuah blog dimanfaatkan oleh perusahaan untuk CSR (Corporate Social Responsibility) sebagai feedback bagi masyarakat. Blog bagi perorangan tidak cuma digunakan sebagai penyampaian unek-unek, suasana hati, pikiran dan perasaan, tetapi juga bisa menghasilkan uang dari hasil posting berbayar, ikut lomba, ataupun untuk jualan.

Saat hampir akhir acara, panitia bilang kalau koneksinya hidup lagi “apa mau dilanjutkan”, tetapi kita sepakat, disudahi saja, soalnya jam juga sudah menunjukkan angka lima sore.

Yah… walaupun tidak sempurna, kita tetap senang dan panitia mengucapkan banyak terima kasih. Kelihatannya akan ada tawaran untuk pelatihan blog lagi. Kita, anak-anak loenpia siap! dan saya juga siap jadi penggembira :DDDD

Negara Ini Mengajari Rakyatnya Berbohong

Negara manakah? Negara yang kita tempati ini. Saya akan memberikan contoh nyata. Ada dua yang saya ketahui.

Pertama. Kalau bidang pekerjaan Anda perpajakan, tentu sudah tahu, kalau laporan SPT (Surat Pemberitahuan) Badan Tahunan, perusahaan mau tidak mau laporannya harus dibuat laba. Maksudnya mau tidak mau adalah sebenarnya laporan SPT Badan rugi itu boleh, tetapi kalau laporan SPT Tahunan Badan rugi, maka perusahaan tersebut akan diperiksa oleh dirjen pajak. Diperiksa inilah yang membuat perusahaan-perusahaan keder atau takut. Konon katanya, petugas pemeriksa itu suka cari-cari masalah perusahaan. Maka, banyak perusahaan yang walaupun sebenarnya dalam keadaan merugi, tetapi laporan SPT Tahunan Badannya dibuat laba. Kesimpulan saya, negara melalui dirjen pajak-nya itu minta dibohongi atau dengan kata lain, minta dibohongi. Kalau kesimpulan secara ekonomis, negara tu ingin semua rakyatnya membayar pajak, untung ataupun rugi, semuanya harus tetap bayar pajak.

Yang kedua. Ini ada kaitannya dengan dunia pendidikan. Telah kita ketahui, sekarang, untuk  bisa lulus, adik-adik kita yang masih sekolah, harus memenuhi standar kelulusan. Kalau nilainya dibawah standar, maka tidak lulus. Ini yang membuat malu, tidak cuma anaknya, tetapi orang tua, guru, dan sekolahnya juga malu. Makanya, bukan cuma siswa saja yang pusing, orang tua, guru, dan sekolah juga pusing.

Anak didik jadi was-was. Bagi mereka yang pandai, cerdas. Menyerap pelajaran yang diberikan guru mungkin mudah. Tetapi bagi mereka yang pas-pasan kecerdasannya. Harus susah payah untuk paham dan mengerti pelajaran yang diberikan guru. Maka agar bisa mengerjakan soal ujian dan lulus sekolah, kadang mereka menghalalkan segala cara. Mencontek misalnya, atau mencari bocoran soal. Inilah yang saya sebut mengajari rakyatnya untuk berbohong

Orang tua pusing karena harus memikirkan belajar anaknya, harus memberikan pelajaran tambahan dengan mengikutkan les-les. Dengan begitu, orang tua harus memikirkan biaya tambahan untuk les anaknya. Padahal, penghasilannya pas-pasan.

Guru dan sekolah juga pusing, mereka ingin semua anak didiknya lulus, biar murid senang, orang tua senang dan nama sekolah juga terjaga. Sekolah tentu tidak ingin ada berita, banyak anak didik di sekolah tersebut tidak lulus. Berita itu bisa menurunkan reputasi sekolah. Lha…guru dan sekolah juga berperan agar anak didiknya lulus semua. Caranya? ini teman kantor yang tetangganya seorang guru. Guru-guru meminta siswa yang pandai dan cerdas untuk berbagi jawaban dengan temannya. Istilah kasarnya, memberi contekan ke temannya. Lain lagi untuk sekolah yang jumlah anak pandai dan cerdasnya sedikit, guru dan sekolah biasanya meminta bantuan seseorang atau beberapa untuk ikut mengerjakan soal ujian, kemudian jawaban soal itu dibagi ke seluruh siswa.

Mungkin sengaja atau tidak, itulah yang terjadi. Negara ini telah mengajarkan rakyatnya untuk berbohong. Kalau begini, mana bisa korupsi diberantas tuntas. Karena negara saja mengajarkan ketidakjujuran.

Mungkin benar kata orang-orang, sistem yang membuat korupsi sulit diberantas. Karena sistem yang berlaku di negara ini memungkinkan oknum-oknum tidak bertanggung jawab bisa melakukan korupsi.

Menurut saya, sistem di negara ini harus diubah semua tanpa kecuali.

Seperti Membeli Kucing Dalam Karung

Membeli gadget dengan merek yang tidak dikenal itu seperti perumpamaan judul di atas. Karena kualitas, layanan service dan purna jual masih dalam tanda tanya. Bagus tidak kualitasnya.

Tetapi urusan kantong kadang memaksa kita untuk berpikir ulang jika mau membeli gadget bermerek, mahalnya itu. Lha kalau ponsel merek tidak terkenal, murah, tetapi dengan fitur gadget seperti gadget merek terkenal. Ada alasan lain membeli gadget merek tidak terkenal selain murah, yaitu kebutuhan. “wong cuma untuk telepon dan sms kok mahal2 ?!” Alasan terakhir ini bisa jadi sindiran untuk orang-orang yang mempunyai gadget merek terkenal dan harga mahal tetapi tidak bisa memaksimalkan fitur-fitur yang ada dalam gadget. Jadi, gadgetnya hanya untuk telepon dan sms saja. Jadi apa bedanya dengan gadget murah dan merek tidak terkenal.

Biar tidak seperti membeli kucing dalam karung, jika terpaksa harus membeli gadget merek tidak terkenal. Berikut ini saya rangkum dari berbagai sumber, kiat-kiat membeli gadget antah berantah :

Cari Review
Carilah review pemakai tentang gadget yang ingin kita beli sebanyak-banyaknya. Dari review tersebut kita bisa mengetahui kepuasan/ ketidakpuasan pemakai. Jika ternyata banyak yang menyatakan puas atas produk incaran kita itu, maka kita bisa membeli gadget pilihan itu. Tetapi jika ternyata banyak yang komplain dan tidak puas, pertimbangkan kembali untuk membeli gadget incaran. Lebih baik jika mencari gadget lain.
Kalau bisa, misalnya ada temen yang punya, kita bisa mencoba menggunakan langsung gadget incaran. Apakah setelah mencobanya kita tertarik, dan dirasa pas dengan keinginan. Tetapi kita harus tetap membaca review tentang gadget incaran, biar tidak kecewa di kemudian hari.

Layanan service dan Purna jual
Ini juga penting, apakah gadget incaran kita itu sudah mempunyai service center di kota kita. Jika belum, hati-hati saja, jangan sampai gadget yang kita beli rusak. Karena kalau rusak, proses perbaikannya akan memakan waktu yang lama.
Apalagi ya?…o iya, membeli gadget itu harus sesuai kebutuhan. Buat apa beli gadget dengan fitur-fitur canggih tetapi hanya kita gunakan untuk telepon dan sms saja. Tapi kalau untuk gaya-gaya an ya entah… Karena banyak lho, membeli gadget mahal hanya untuk gaya-gaya an. Pembuat gadget menagkap peluang tersebut dengan membuat gadget fashion. Misalnya gadget berlapirkan emas atau berlian.

Malah ngelantur! Biar tidak kecewa, biar tidak menyesal, kenali gadget yang ingin kita beli. Itu kuncinya, titik.