Sekali Lagi Kita Hanya Jadi Runner Up

Beberapa bulan yang lalu, timnas sepakbola untuk U-23 mencapai final di Sea Games, dan kita bertindak sebagai tuan rumah. Keuntungan di kandang dan dukungan dari ribuan suporter ternyata belum cukup untuk membantu timnas U-23 kita untuk meraih medali emas. Flash back lebih ke belakang lagi, kita juga beberapa kali masuk final untuk konpetisi yang dulunya bernama piala Tiger, dan sekarang bernama Piala AFF.Dan yang terbaru adalah, timnas U-21 kita juga gagal di final pada ajang kompetisi Hassanal Bolkiah. Ada apa sebenarnya? Kok sampai berulang-ulang timnas sepakbola Indonesia selalu gagal di final. Padahal, tim U-21 ini digadang-gadang sebagai obat setelah kekalahan memalukan 10-0 dari Bahrain. Tetapi harapan tinggal harapan. Sekali lagi suporter dibuat kecewa. Pemain-pemain kita seperti menjadi demam dan hilang sentuhannya kala menghadapi partai final.

Berbagai alasan diungkapkan untuk pembenaran atas kekalahan. Mulai dari kalah jam terbang, kurang beruntung, sampai alasan ‘sudah bermain maksimal’. Pernyataan terakhir patut dipertanyakan. Kita semua tahu, karena ditelevisi ditayangkan langsung. Apakah benar, timnas U-21 kita sudah bermain maksimal?

Ada yang bilang, timnas U-21 kita gagal karena kalah mental dan tidak mempunyai mental juara. Dan yang lebih ekstreem lagi, ada komentar “kita kalah karena tidak punya mental juara, yang timnas kita punyai adalah mental korupsi, pengaruh dari budaya korup yang sudah menggerogoti negeri ini”. Sungguh, komentar yang sangat pedas.

Semoga dengan kekalahan di final untuk yang kesekian kalinya ini, benar-benar bisa menjadi pelajaran bagi persepakbolaan nasional. Bahwa mentall juara harus ditumbuhkan, mental sportif ditegakkan. Sifat-sifat individualis dan merasa lebih baik harus ditekan. Karena sepakbola adalah olahraga kolektif, bukan olahraga individu.

Dalam membangun persepakbolaan Indonesia, para pengurus pun harus secara kolektf membangun sepakbola Indonesia. Tidak seperti yang sekarang ini, terbagi dalam kelompok-kelompok. Apakah yang berkelompok-kelompok itu yang namanya semangat sepakbola? Sangat salah besar. Sepakbola adalah olahraga kolektif, jadi, juga harus dibangun secara kolektif.

sumber gambar : bola.kompas.com

Related External Links

Dongeng Tentang Sebuah Harapan

Bicara tentang dongeng, ingatan saya kembali ke masa lalu, cerita-cerita yang menina-bobokkan kita dengan cerita kepahlawanan atau cerita tentang kebaikan yang mengalahkan keburukan. Entah dari mana asal usul cerita tersebut. Apakah cerita tersebut benar ada? atau hanya khayalan belaka? Tidak ada yang tahu pasti.

Dongeng merupakan suatu kisah yang diangkat dari pemikiran fiktif dan kisah nyata, menjadi suatu alur perjalanan hidup dengan pesan moral yang mengandung makna hidup dan cara berinteraksi dengan makhluk lainnya. Dongeng juga merupakan dunia hayalan dan imajinasi dari pemikiran seseorang yang kemudian diceritakan secara turun-temurun dari generasi ke generasi. Terkadang kisah dongeng bisa membawa pendengarnya terhanyut ke dalam dunia fantasi, tergantung cara penyampaian dongeng tersebut dan pesan moral yang disampaikan

Maaf sebelumnya, ramalan Jayabaya atau ronggowarsito tentang Satria Piningit yang akan membebaskan negeri ini dari huru hara. Bisa jadi merupakan sebuah dongeng atau hayalan belaka.

Kenapa bisa ada dongeng? Karena rakyat itu butuh pemimpin yang ideal, yang adil terhadap rakyat dan memberikan rasa aman rakyatnya. Maka, muncullah dongeng-dongeng tentang kepahlawanan atau tentang kebaikan yang mengalahkan keburukan.

Di zaman sekarang, dongeng-dongeng seperti itu juga ada. Seperti yang sedang ramai di internet, kisah tentang seorang nenek yang mencuri untuk menghidupi anak cucunya, harus tetap dihukum untuk menegakkan hukum, tetapi hakim juga menjatuhkan denda kepada setiap yang hadir dalam persidangan karena telah membiarkan orang kelaparan dalam lingkungan mereka, dan seterusnya..

Karena harapan tentang pemimpin yang adil dan dapat memakmurkan rakyatnya tidak bisa terwujud, maka rakyat mewujudkannya dalam bentuk dongeng.

Apakah kita hanya akan selamanya hidup dalam negeri dongeng? Bukalah hati kalian wahai para pemimpin negeri ini.

sumber gambar : daharaprize.com

Related External Links